Senin, 24 September 2012

Runtuhnya Kekuasaan Ratu Saba

Diketahui bahwa Kerajaan Saba yang pernah dipimpin oleh Ratu Balqis (dikenal juga dengan sebutan Ratu Sheba atau Shaeba atau Queen Sheba) pada masa hidupnya Nabi Sulaiman 'Alaihisallam dahulu adalah sebuah kerajaan besar yang makmur, sudah mengetahui cara bercocok tanam, sistem irigasi dan astropologi, tetapi menganut keyakinan Paganisme, yaitu sebagai penyembah matahari.
Reruntuhan kerajaan dan kuil-kuilnya masih bisa dilihat di daerah Ma'rib, Yaman.



Bismillahirrahmaanirrahiim
"Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Rabb) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri.(kepada mereka dikatakan): Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Rabb-mu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya.(Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabb-mu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun.
Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr."
(QS.34:15-16)

Kerajaan tersebut memang hancur setelah dihantam banjir besar ribuan tahun SH/SM.
Ada yang menyatakan 1205 SM.
Gambar diatas adalah Marib Dam, bagunan dam disekitar kerajaan Ratu Balqis, sebagai bangunan penahan volume air,
memudahkan sistem pengairan pada kebun-kebun, taman-taman dan penggunaan air disekitar kerajaan.
Ketinggiannya sekitar 1500 meter, lebar sekitar 6000 meter dan panjang lebih dari 61 ribu meter, bukan dalam ukuran meter persegi.
Dan biiznillah debit air dam tersebut yang menghancurkan Kerajaan Saba.

Ini link gambar reruntuhan Kuil dan Kerajaan yang diklaim dulunya sebagai daerah kekuasaan Ratu Balqis binti Alhdah bin Sharhabil :
http://www.flickr.com/photos/36338186@N05/3818166805/

Salah satu gambar di link ini : http://home.hiwaay.net/~jalison/marib.html menunjukkan jalan yang kanan-kirinya mirip QS.34:15-16.
Pohon sidr itu semacam pohon cemara.

"Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan sedang orang-orang kafir Mekah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada orang-orang dahulu itu lalu mereka mendustakan rasu-rasul-Ku. Maka alangkah hebatnya akibat kemurkaan-Ku."
(QS.34:45)

Dan, kalau itu Sheba Empires (sudah terbukti tetapi masih ada yang menyatakan bahwa cerita tentang Ratu Balqis itu adalah mitos saja, karena ragam keyakinan terhadap Pencipta Yang Maha Esa), kemudian dibandingkan dengan peradaban orang-orang terdahulu itu sepersepuluh-nya saja tidak sampai (QS.35:45), berarti bagaimana kehidupan orang-orang jaman dahulu yang katanya manusia purba ya?? 

Subhanallah, pikiran itu dijawab :
"Dan sesungguhnya mereka telah mengingkari Allah sebelum itu; dan mereka menduga-duga tentang yang ghaib dari tempat yang jauh.
Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam."
(QS.34:53-54)

Sejarah berikut-berikutnya memang penuh dengan misteri dan tipu menipu dari ciptaanNya.. Subhanallah..
Siapa tuh yang bilang manusia tinggal dalam gua, kelihatan aurat, makan makanan mentah, evolusi dari monyet? Hehe..
Nabi Adam 'Alaihisallam sedari awal penciptaannya saja sudah diajarkan tentang 'nama-nama' dan 'peraturan'.
Tetapi, seperti biasa selalu ada yang ingkar ketika suatu fakta tentang kebenaran Al Qur'an terungkap. ^_^

"Dan apabila dibacakan kepada kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, mereka berkata: Orang ini tiada lain hanyalah seorang laki-laki yang ingin menghalangi kamu dari apa yang di sembah oleh bapak-bapakmu, dan mereka berkata: (Al-Quran) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja. Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka: Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."
(QS.34:43)

Padahal Al Qur'an mengakui Injil, Taurat dan Zabur.
Dan percaya dengan keempat Kitab Suci tersebut merupakan bagian dari Rukun Iman umat Muslim.
Kitab-kitab wahyu Allah yang seperti Al Qur'an, tidak perlu ada campur tangan ciptaanNya untuk merubah, apalagi memperbaiki.

"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu." (QS.5:48)

Bayangkan :
Ribuan umat Muslim, duduk dirumah masing-masing, tetapi saling berjanji pada satu waktu yang sama untuk membaca Al Qur'an, tidak usah yang panjang, misalnya surat Al Fatihah dan dilanjutkan dengan Al Ikhlas.
Apa yang akan terdengar?
Jawabannya : Bunyi yang sama, bahasa yang sama. Betul?
Kenapa bisa begitu?

"Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (yaitu Al-Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya."
(QS.25:1-2)
"...Sesungguhnya Rabb-ku mewahyukan kebenaran. Dia Maha Mengetahui segala yang ghaib."
(QS.34:48)
"...Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Rabb-ku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat." (QS.34:50)
"Hai manusia, ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan dari bumi? Tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?"
(QS.35:3)
"Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa.
Allah adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan.
Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia."
(QS.112:1-4)

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Afwan jidan, bahan tulisan ini agak melebar kemana-mana, tetapi intinya tentang Kuasa Allahu Ahad.
Semoga bisa dipahami & bisa bermanfaat.
Aamiin.