Bissmillahirrahmaanirrahiim
Sudah banyak buku terbitan peneliti dan orang-orang yang benar-benar mempelajari dan berilmu tentang hal ini.
Tetapi,
seiring bergantinya waktu dan keadaan generasi penerus yang makin
banyak dipengaruhi faktor yang tidak benar (diluar dari syari'at agama
Islam), maka artikel tentang Kebenaran Al Qur'an sengaja disusun ulang
secara ringkas agar bisa dibaca kembali disini dan dibaca oleh
hamba Allahu Ta'ala, untuk insyaAllah menambah pengetahuan, iman dan
ketaqwaannya.
A. Ayat-ayat Al Qur’an
diturunkan secara bertahap di abad ke 7 Masehi (lebih dari 1400 tahun
yang lampau), di mana ilmu pengetahuan belum berkembang semodern
sekarang (saat itu orang mengira bumi itu rata dan matahari
mengelilingi bumi).
1. Kelebihan yang
paling kentara dari Al Qur'an adalah bahwa ayat-ayatnya mudah dihafal
lantaran tidak pernah berubah dari awal (setelah Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wasallam menerima wahyu dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala, yang
kemudian dicatat oleh para sahabat, ada juga yang langsung menghafalnya.
Tentang hafalan, menurut penelitian, ternyata otak manusia yang
terbiasa membaca Al Qur'an juga memiliki kelebihan yang jauh lebih baik
daripada yang tidak membaca atau membaca sekedarnya).
2. Saat
itu orang tidak ada yang tahu bahwa langit dan bumi itu awalnya satu.
Ternyata ilmu pengetahuan modern seperti teori Big Bang menyatakan
bahwa alam semesta (bumi dan langit) itu dulunya satu. Kemudian
akhirnya pecah menjadi sekarang ini.
Dan hal tersebut ada dinyatakan didalam Al Qur'an.
Contoh ayat :
“Dan
apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan
bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan
antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.
Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al Anbiyaa:30)
3. Kemudian ternyata benar segala yang
bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu pasti mengandung air dan juga
membutuhkan air. Keberadaan air adalah satu indikasi adanya kehidupan di
suatu planet. Tanpa air, mustahil ada kehidupan.Merujuk pada ayat
diatas yang menyebutkan tentang air sebagai salah satu sumber kehidupan,
contoh ayat dibawah ini sebagai tambahannya :
“Dan
Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan
dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali
bukanlah kamu yang menyimpannya.” (QS. Al Hijr:22)
Jika dipikirkan, manusia menemukan air dari hasil penggalian, itu setelah tanah menyimpan air tersebut.
Tanah
menyimpan air tersebut, itu setelah air mengalir dari permukaan dan
diserap tanah, kemudian sebagian tertentu menguap naik keatas, bergabung
dengan partikel-partikel awan, dan dengan cara tertentu menjadilah
hujan.
Lalu, siapa yang bisa mengatur air laut? Pasang-surutnya, volumenya, ketinggian dan rendahnya, dsb.
Terjadi begitu sajakah?
Karena alam bisa mengatur dirinya sendiri?
Alangkah na'ifnya yang berfikir seperti itu.
Sama na'ifnya dengan yang mengatakan bahwa Al Qur'an adalah dongeng semata.
Berikut ini bukti lanjut tentang kebenaran Al Qur'an.
4.
Bahkan telah dinyatakan tentang kemungkinan bahwa manusia berkesempatan
untuk bisa menuju ke luar angkasa, tetapi dengan alat atau kekuatan
bantuan, contoh ayat :
"Hai jamaah jin dan manusia,jika
kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka
lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan." (QS.
Ar Rahmaan:33)
Dan apabila hati anda telah
disentuh oleh hidayah dariNya, maka anda akan terpesona tentang
kebenaran-kebenaran didalam QS. Ar Rahmaan ini. Belum lagi dengan surah
lainnya.
Contoh berikutnya yang ada didalam QS. Ar Rahmaan, menyusul.
5.
Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an,
ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar
tertentu.
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan
siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di
dalam garis edarnya.” (QS. Al Anbiyaa:33)
6. Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu, contoh ayat :
-
“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan
Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. Yaasiin:38)
-
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan.
Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS.
Al Anbiyaa:33)
Dan kemudian, dengan pergantian
antara siang dan malam, antara waktu fajar hingga bertemu fajar kembali,
diketemukanlah bahwa planet bumi mengalami pergantian waktu terang dan
gelap, dan waktu tersebut secara lebih spesifik dapat membuat manusia
mengetahui tentang hari, bulan, tahun, tanggal, dsb.
"Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan." (QS. Ar Rahmaan:5)
7. Langit Yang Mengembang (Expanding Universe)
14
abad silam, ilmu astronomi masih terbelakang atau sekedarnya lantaran
belum memiliki alat secanggih jaman modern, dimana manusia telah
menciptakan teropong bintang, teleskop raksasa dan alat peneliti luar
angkasa yang luar biasa canggih lainnya.
Akhirnya kemudian diketahui bahwa ternyata bagian dari luar angksa atau ruang diluar planet bumi ini sangatlah luas.
Tetapi, didalam Al Qur'an, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (QS. Adz Dzaariyaat:47)
Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.
8. Gunung yang Bergerak
Diatas adalah contoh gambar pergerakan gunung menurut data penelitian para ahli dibidangnya.
“Dan
kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya,
padahal ia berjalan sebagai jalannya awan...” (QS. An Naml:88)
14 abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun dalam Al Qur’an disebutkan gunung itu bergerak.
Gerakan
gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka
berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang
lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah,
seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa
benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun
kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika
mereka bergerak saling menjauhi.
Para ahli geologi
memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50
tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener
dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu
seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu
kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.
Sekitar
180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang
masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau
benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia,
Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri
dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun
setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi
daratan-daratan yang lebih kecil.
Benua-benua yang
terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan
Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun.
Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara
wilayah daratan dan lautan di Bumi.
Pergerakan kerak Bumi
ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad
ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:
Kerak
dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi
atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan
utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng
tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa
benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan
berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut
terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi
secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi
sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe;
General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s.
30)
Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini:
dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung
sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga
menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari
benua” untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of
Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)
B.
Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan “kekuatan
penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi
untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam
hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya insensitas daya matahari.
Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung. Telah
diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak
dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada
tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam
setahun. Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari
tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti
bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet
bergantian tempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran bumi akan mengarah
pada arah yang berlawanan.
Kesimpulan terakhir dari penelitian
ini adalah, bahwa kemungkinan besar matahari suatu hari nanti akan
terbit dari Barat adalah benar.
Tidak
dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta
ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah
dinyatakan dalam Al Qur’an.
9. Hal benar
(diantara sekian banyak hal-hal benar) yang terdapat didalam Al Qur'an,
tetapi dibeberapa websites ternyata kebenaran tersebut telah diblokir
oleh orang-orang (bukan pemilik websites) yang tidak jelas apa yang
mereka pikirkan, yaitu tentang ledakan merah mawar di luar angkasa,
disebut Big Bang of Red Rose.
"Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak." (QS. Ar Rahmaan:37)
Sejak
terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara
terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan
peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang
ditiup.
Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan
yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam
semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan.
Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan
teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki
permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.
Pada awal
abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi
Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa
alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.
Fakta ini
dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929.
Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom
Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak
saling menjauhi (mengembang, meluas).
10. Ramalan Kemenangan Romawi atas Persia
“Alif,
Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan
mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi).
Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).” (QS. Ar
Ruum:1-4)
Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira
pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat
Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan
Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam
waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita
kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk
mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan
kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan
Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar
telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar
Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada
di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan
perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan
Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia,
Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh
Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of
the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s.
287-299.)
11. DiselamatkanNya Jasad Fir’aun
“Maka
pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi
pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya
kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. ” (QS.
Yunus:92)
Maurice Bucaille dulunya adalah
peneliti mumi Fir’aun di Mesir. Pada mumi Ramses II dia menemukan
keganjilan, yaitu kandungan garam yang sangat tinggi pada tubuhnya. Dia
baru kemudian menemukan jawabannya di Al-Quran, ternyata Ramses II ini
adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala
ketika sedang mengejar Nabi Musa 'Alaihisallam.
Injil
& Taurat hanya menyebutkan bahwa Ramses II tenggelam (kecuali
apabila ada 'perubahan' lagi pada kitab tersebut); tetapi hanya Al-Quran
yang kemudian menyatakan bahwa mayatnya diselamatkan oleh Allah
Subhanahu Wa Ta'ala, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
Perhatikan,
bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam hidup 3000 tahun
setelah kejadian tenggelamnya Firaun tersebut, dan tidak ada cara untuk
informasi tentang itu (, yaitu menemukan cara untuk mencari mayat Ramses
II) dapat ditemukan oleh beliau (karena didalam Injil & Taurat pun
tidak disebut).
Dikabarkan bahwa setelah beberapa lama tenggelam,
biiznillah jasad Firaun diketemukan dipinggir pantai oleh masyarakat
setempat dan kemudian mereka awetkan.
Makam Firaun, Piramid, yang tertimbun tanah baru ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni pada tahun 1817.
Namun
Al-Quran bisa menyebutkannya karena memang Al Qur'an adalah firman Al
Khaliqul Ahad (Sang Maha Pencipta lagi Maha Esa, yaitu Allah Ta'ala),
bukan buatan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
12. Segala Sesuatu diciptakan Berpasang-pasangan
Al
Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam
tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih
umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.
Contoh secara
umum, laki-laki berpasangan dengan perempuan (juga sebaliknya), gelap
dengan terang, kiri dengan kanan, atas dengan bawah, matahari dengan
bulan (Allahua'lam untuk kebenarannya), kutub selatan dengan kutub
utara, lembaga dari bakal tumbuhan, dsb.
“Maha
Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari
apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa
yang mereka tidak ketahui.” (QS. YaaSiin:36)
Kita
dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yang
manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia
tidak mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yang
berpasangan baik dalam benda yang paling kecil atau benda yang paling
besar, baik dalam benda mati atau dalam benda hidup. Yang penting adalah
untuk mengingat pemikiran yang dijelaskan dalam ayat itu secara rambang
dan untuk mengetahui bahwa kita tidak menemukan pertentangan dengan
Sains masa ini.
Meskipun gagasan tentang “pasangan”
umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina,
ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas
memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat
tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan
bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di
bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”,
menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi.
Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi.
Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif,
dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah
sumber ilmiah sebagaimana berikut:
“…setiap partikel
memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … dan hubungan
ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan
pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap
tempat.”
Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak
terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui letupan
bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis
sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut ("...maupun dari apa-apa yang
tidak mereka ketahui.").
Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan.
13. Tentang Laut (Kedalamannya, Kejanggalannya)
Physical Geography of the Sea,
adalah buku teks oseanografi pertama Matthew Fontaine Maury Sebagai
pengawas pertama United States Naval Observatory (1842–1861) yang
menghabiskan waktunya untuk mempelajari meteorologi laut, navigasi, dan
memetakan angin dan arus kuat. Lembah curam di balik landas kontinen
ditemukannya pada tahun 1849. Peletakan kabel telegraf transatlantik
pertama berhasil dilakukan pada Agustus 1858 yang membenarkan keberadaan
pegunungan tengah samudra atau "plato telegraf" bawah laut. Setelah
pertengahan abad ke-19, para ilmuwan mulai memproses berbagai informasi
baru mengenai botani dan zoologi darat.
Satu hal yang menarik adalah kutipan kalimat dalam buku catatan Matthew F. Maury ini :
Our
planet is invested with two great oceans; one visible, the other
invisible; one underfoot, the other overhead; one entirely envelopes it,
the other covers about two thirds of its surface.
-Matthew F. Maury,
The Physical Geography of the Seas and Its Meteorology (1855)
Planet
kita terdiri dari dua samudera besar; yang terlihat, yang lainnya tidak
terlihat; yang satu terletak di bawah kaki, yang lainnya terletak
diatas, yang satu melapisi keseluruhannya, yang lainnya menutup sekitar
dua atau sepertiga dari permukaannya.
-Matius F. Maury, The Geografi Fisik of the Seas dan Meteorologi Its (1855)
Bandingkan
kalimat Matthew tsb dengan yang ada didalam Al Qur'an, yang 'mereka'
bilang adalah cerita dongeng jaman kuno, 1400 tahun lalu menyatakan :
"Atau
seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak,
yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang
tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, hampir-hampir
dia tiada dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya
(petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun." (QS.
An Nur:40)
"Dia membiarkan dua lautan
mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas
yang tidak dilampaui oleh masing-masing." (QS. Ar Rahman:19-20)
“Dan
Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini
tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara
keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)
Sedangkan, sampai saat ini, penyelaman terdalam di lautan harus menggunakan alat bantu, seperti kapal selam.
Tetapi,
untuk kedalaman tertentu, kapal selam yang dilepas untuk meneliti
adalah kapal selam tanpa awak, melainkan dikendalikan melalui jarak jauh
(komputer). Karena, tekanan air dikedalaman laut yang terakhir kali
paling jauh ditempuh bisa menghancurkan kapal selam (karena tekanan arus
bawah, dsb) dan membahayakan manusia jika berada didalamnya.
14. Lapisan Langit
"Dia-lah
Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia
berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan
Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Al Baqarah:29)
Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri beberapa
lapisan. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik,
seperti tekanan dan jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat
dengan bumi disebut
TROPOSFER. Ia membentuk sekitar 90% dari keseluruhan massa atmosfer.
Lapisan di atas troposfer disebut
STRATOSFER.
Lapisan
OZON adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet.
Lapisan di atas stratosfer disebut
MESOSFER.
TERMOSFER berada di atas mesosfer.
Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut
IONOSFER.
Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan
EKSOSFER.
(Carolyn
Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and
Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 319-322)
Subhanallah.
Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya.
15.
Masih ada banyak sekali kebenaran-kebenaran didalam Al Qur'an yang
dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, menurut sains,
kesehatan, ilmu perang, ilmu sosiologi, dan masih banyak lagi,
termasuk yang belum kita temukan, melainkan setelah kematian dan
bertemu di padang Masyar dan hal-hal ghaib yang hanya merupakan hak
dari Allah Ta'ala.
Sebab, Al Qur'an itu sendiri merupakan salah satu keajaiban bagi orang-orang yang beriman.
Bagaimana
tidak? Sedangkan ayat-ayat didalamnya menceritakan banyak hal di masa
lampau, tidak pernah berubah, tetapi masih bisa dikatkan dengan keadaan
jaman berikutnya dan sekarang, diyakinkan untuk hingga akhir jaman
.
Diyakini
bahwa tidak ada sesuatu buku (kitab) manapun yang dapat menyamainya
karena lengkap (berlaku sepanjang masa), memiliki tingkat sastra bahasa
yang tinggi (yang tersirat memiliki makna yang lebih luas daripada
sekedar yang tertulis saja), kompleks (selalu dicari-cari kesalahannya
oleh kaum munafik, diikuti gaya bahasanya dengan perubahan-perubahan
yang mereka lakukan, sebagian isinya diikuti dan sebagian lagi dihujat,
karena ditutupNya hikmah keatas mereka terhadap Al Qur'an) dan sekali
lagi
itu semua karena bukan Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam yang membuat-buat ayat Al Qur'an, melainkan Allah Ta'ala.
Maka,
alangkah baiknya, kita mulai membaca sendiri setiap ayat didalam Al
Qur'an, berikut arti dan tafsirannya (juga, berikut sebab awal
turunnya ayat).
Dan mempelajari hadits, berikut perawi, sanad,
sebab awal turunnya hadits tersebut, tetapi kesemua itu baiknya
dengan guru yang lebih a'lam dan benar.
Kecuali,
biiznillah bagi yang sudah termakan tipu daya sesama mereka dan
biiznillah untuk mereka yang sudah menutup hati, mata, mulut dan
telinganya dengan hal-hal yang palsu, buatan mereka sendiri.
"Maha
Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (yaitu Al-Quran) kepada
hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam."
(QS. Al Furqaan:1)
"Kami akan
memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap
ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka
bahwa Al-Quran itu benar. Dan apakah Rabbmu tidak cukup (bagi kamu)
bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?" (QS
Fushshilat:53)
"Nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?"(QS. Ar Rahman), didalam surat ini, ditanyakan kepada manusia sebanyak 31x, Subhanallah, bukan karena mengiba!
Melainkan
karena Allah Maha Mengetahui seberapa bebalnya umat manusia sebagai
hambaNya, makhluk ciptaanNya, yang kemudian menyekutukannya, menyembah
ciptaanNya dan mengatakan bahwa Allah mempunyai anak, bahkan malaikat
Jibril pun dikatakan sebagai Tuhan, dan sekaligus Jibril pula
dikatakan menyampaikan berita dusta kepada Rasulullah.
Diijadikan
sebagai Tuhan pula, para malaikat ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala
yang diberi tugas olehNya untuk patuh, ta'at, bertasbih kepadaNya dan
yang bertugas terhadap masing-masing unsur, senyawa, elemen dan setiap
bagian yang Dia kehendaki dan ciptakan didunia dan akherat.
Allahua'lam.
"...Kami
tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu.
Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa." (QS.
Thaha:132)
"…Tatkala datang kepada
mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah
kepada mereka kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran), karena
kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang
jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang
merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan
(berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang
yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan menemui perubahan
bagi sunnah Allah dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui
penyimpangan bagi sunnah Allah itu." (QS. Faathir: 42-43)
"(Bukan
demikian), yang benar, barangsiapa berbuat dosa dan ia telah
diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di
dalamnya. Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka
itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." (QS. Al Baqarah:81-82)
Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya.
Semoga Bermanfaat.
Mohon dimaafkan untuk kekurangan catatan ini.
Barokallahu fiikum.
sumber catatan :Allah Subhanahu Wa Ta'ala
Al Qur'anul Karim
Mukjizat Al Qur'an, habib Quraish Syihab & beberapa sumber lainnya
google (gambar)